TERASKATA.Com, Makassar – Pergantian Antar Waktu (PAW) Rusdi Masse Mappasessu (RMS) di singgasana DPR RI, itu harus punya integritas dan komitmen terhadap partai Nasdem.
Selain itu, calon PAW tersebut juga harus steril, beretika, pernah jadi pengurus inti, dan telah berkonstribusi terhadap Nasdem.
Artinya, ketetapan PAW tersebut bukan melihat angka-angka, tetapi itu sudah sesuai dengan konstitusi yang berlaku di Nasdem.
Demikian Hal tersebut diungkapkan Ketua OKK DPW Nasdem Sulsel, Andi Tobo Haeruddin, Senin, (16/2/26).
”Publik bisa menilai siapa salah satu calon PAW RMS yang dimaksud. Intinya, PAW itu memiliki integritas, etika dan komitmen terhadap partai. Jadi, bukan angka-angka dalam hal ini, tapi karena Ini sudah sesuai konstitusi yang berlaku,” ungkap Andi Tobo yang juga selaku koordinator SC.
Lebih lanjut Andi Tobo yang memiliki rekam jejak sebagai pengurus inti di nasdem mengatakan, bahwa calon PAW RMS, juga harus tidak ada keluarga dekat yang berafiliasi dengan partai lain.
Diketahui hal ini juga berkaitan dengan kegiatan rapat konsolidasi DPW partai Nasdem yang digelar beberapa waktu lalu di Hotel Claro, Jumat(13/2/26) lalu, memberikan warning kepada setiap Anggota DPRD dan Kepala daerah yang merupakan kader partai Restorasi Nasdem.
Hal ini akan menjadi bahan pertimbangan kepada semua kader Nasdem menunjukkan loyalitasnya kedepan. Di rapat konsolidasi tersebut, semua wajib membubuhi tanda tangan pakta integritas sebagai bentuk loyalitas terhadap partai.
Diharapkan sebagai kader nasdem harus paham tentang etika, dan aturan dalam partai restorasi tersebut.
“Restorasi itu meninggalkan kepura-puraan menuju keterusterangan. Kita tidak mau berpura-pura ada di Nasdem tapi ternyata hatinya ada di partai lain.”Andi Tobo.
Dia menambahkan, kualitas kader Nasdem harus betul-betul loyal dan punya etika dalam berpartai.
Konsolidasi Partai Nasdem: Ajang Uji Loyalitas Kader
Andi Tobo mengaku, saat rapat konsolidasi Nasdem kemarin, merupakan ajang uji loyalitas dan kecintaan terhadap partai besutan Surya Paloh.
“Alhamdulilah dirapat konsolidasi kemarin semua sudah mantap, meskipun ada peserta bukan dari unsur ksb,ok dan bapilu, tapi karena kemanusiaan kita tetap izinkan masuk karena kami pikir itu kecintaan kepada Nasdem,” lanjutnya.
Dia menyebutkan salah satu aturan dalam pakta integritas yakni, kami akan patuh dan siap dipecat jika ada keluarga dekat kami berafiliasi kepada ke partai lain.
“Keluarga dekat maksudnya, Suami/istri,anak, istri dan menantu, tafsirnya seperti itu,” jelasnya.
Kedua, apabila kemudian hari saya mendaftar sebagai Caleg, saya rela dan siap untuk menyerahkan kepada DPP tidak mencabut KTA.
Andi Tobo menambahkan, dengan diterapkannya pakta integritas akan menjadi nilai positif bagi Nasdem sebagai partai besar.
“Ini hal yang sangat menggembirakan, dan saya kira Pak ketua menyambut baik hal ini. Mudah-mudahan tandem Pak Sahar dan Ibu Cicu bisa mengembangkan Nasdem kedepan,” pungkasnya.
Sebelumnya, DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan menggelar rapat konsolidasi pengurus DPW, DPD, dan Fraksi se-Sulsel. Kegiatan yang dihadiri kader dari 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan ini menjadi momentum penguatan soliditas internal partai dalam menghadapi agenda politik ke depan, termasuk Pemilu 2029.
Sebagaimana diketahui untuk wilayah Sulsel, Nasdem memiliki 159 Anggota Dewan dan 7 Kepala Daerah yang merupakan kader. (*)







Komentar