Lebih lanjut, Wakasek Kesiswaan dan Keagamaan itu juga berharap agar dengan diselenggarakannya kegiatan ini, para pengurus osis se-Kota Makassar bisa berkolaborasi untuk membuat sebuah projek-projek yang besar.
“Ini merupakan awal yang baik mudah-mudahan dengan adanya pertemuan seperti ini semua OSIS sekota Makassar bisa ada komunikasi yang baik. Kemudian kolaborasi dalam event-event tertentu, karena kita melihat bahwa kemungkinan yang banyak sekolah-sekolah itu masih ada jarak yang disebabkan oleh beberapa faktor. Termasuk beda prinsip antara sekolah keagamaan Islam atau prinsip antara sekolah swasta dan negeri,” jelasnya.
“Dengan cara inilah kita mencoba untuk ada kolaborasi yang yang nantinya juga ke depan bisa ada project-project yang bisa dilakukan secara bersama. bisa saja nanti OSIS berkolaborasi untuk menciptakan event budaya se-kota Makassar,” tambahnya.
Terakhir, dalam keterangannya, Sabaruddin juga menuturkan bahwa nantinya hasil pertemuan tersebut akan diserahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bahan rekomendasi kinerja kedepannya.
“Sebelumnya kami telah bertemu dengan Kadis Provinsi Sulawesi Selatan. Harapannya setelah ini ada rekomendasi. Dan rekomendasinya ini berisi tentang apa yang diharapkan oleh seluruh OSIS sekolah Makassar atau perwakilan dari suara-suara seluruh siswa siswi Kota Makassar. Rekomendasinya berisi hal-hal apa sih yang perlu mensuporting atau dukungan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini kebijakan dan lain-lain,” tutupnya.
Senada dengan itu, Dinda Nur Izzah A. Hasmir selaku Ketua Osis SMA Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga menuturkan, bahwa kegiatan kali ini berlangsung secara offline dengan konsep yang tidak terlalu serius dan lebih santai.
“Tahun lalu kami sudah mulai menggelar kegiatan ini tapi namanya konferensi osis. Nah untuk hari ini kami mau bawa ke yang tidak serius atau lebih santai, karena modelnya offline. Dengan kegiatan hari ini juga untuk latihan kami, untuk tahun depan bisa menjangkau lebih luas lagi, jadi bukan hanya se-Kota Makassar saja, tetapi menjangkau hingga se-Provinsi Sulawesi Selatan. Dari kegiatan hari ini nanti kita juga akan adakan kegiatan inti, berupa FGD. Nantinya akan melahirkan sebuah rekomendasi yang sekiranya bisa kita ajukan ke dinas pendidikan, tetapi harus disortir terlebih dahulu,” ungkapnya.
“Bismillah, InsyaAllah kegiatannya sukses, aman lancar hingga akhir. Dan bisa menghasilkan hasil rekomendasi yang dapat kami ajukan ke dinas pendidikan,” harapnya.
Sementara itu, saat ditemui oleh awak media, Silmi Kaffah Lampadjoa selaku Ketua Osis SMAN 22 Makassar menuturkan bahwa, kegiatan FGD yang diinisiasi oleh SMA Islam Athirah Baruga sangat baik dan bermanfaat bagi para pengurus osis se-Kota Makassar.
“Menurut saya kegiatan ini cukup baik dan bermanfaat bagi kami semua terutama para pengurus osis karena ada banyak pelajaran di dalamnya,” ujarnya.
Tak hanya itu saja, Silmi juga mengatakan bahwa berlangsungnya kegiatan FGD hari ini adalah waktu yang tepat untuk seluruh pengurus osis menyampaikan pendapatnya masing-masing.
“Saya pikir di kegiatan FGD ini, adalah waktu yang tepat untuk para osis perwakilan se-Kota Makassar bisa mengungkapkan pendapat, kemudian bisa dibahas dalam forum ini. Setelah dibahas secara bersama, nantinya diambil benang merahnya, untuk bisa diambil keputusan bersama, dengan berdasarkan chritical thingking dari masing-masing perwakilan osis,” tutupnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini dihadiri oleh sebanyak 80an peserta yang berasal dari 40 sekolah yang ada di Kota Makassar. (Dev)













Komentar